Yang Sedang Terlalu Menyukaiku

 

Kekecewaan datang tak terencana. Tetiba ia datang padaku seperti topan di musim semi. Ketika semua hal terlihat tertulis indah dan tergambar sempurna, hembusan angin memporak-porandakan tumpukan kertas dan susunan kanvas. Ya, begitulah kira-kira.

Kekecewaan hanyalah salah satu dari emosi.

Ia datang tak melihat waktu. Apa arti waktu bagi emosi? Waktu bagaikan lokasi agar emosi dan raga dapat berjumpa. Emosi tak pernah melihat bagaimana waktu bersedia menyisihkan tempat untuknya, untuk bertemu raga. Merubah apa yang sudah tersaji, lebih buruk terkadang lebih baik juga.

***

Kembali lagi dengan kekecewaan. Agaknya rasa kecewa akhir-akhir ini sedang terlalu menyukaiku. Tak peduli apa yang aku lakukan, ia datang membuntutiku. Tersenyum menyeringai, menggoda, mengolok, menertawakan. Ia tiba-tiba datang saat sudah kulupakan bahwa dia ada di dunia. Tapi, kekecewaan selalu datang belakangan kan?

Oh ya sih, itu penyesalan. Jika dipikir-pikir, penyesalan sepertinya ada kongkalikong dengan si kekecewaan ini. Mereka berdua sama saja. Saat bahagia datang, percaya diri tertawa-tawa, kelegaan bercanda, dengan senyum mengoloknya kekecewaan datang begitu saja. Kebahagiaan? Kelegaan? Kepercayaan diri? Ah, mereka tak akur dengannya.

***

Begitulah kisahnya. Meski hari sedang biru, jangan lupa untuk selalu membagi senyum. Tak ada yang tahu betapa senyum bisa membuat yang sedang dirundung kecewa menjadi sedikit melupakan masalahnya, kan?

Almost half day after the darkest two half hour of exam.
Nurita, still recovering herself. 
Getting rid of the disappointment who keep clinging onto her unexpectedly.

Advertisements

PINGITAN

Sebuah malam, yang aku bahkan tak tahu mengapa terasa gerah dan panas, menjadi kawan ketika tetesan air mata mengusik mesin ketikku. Kalau aku di rumah, ibu akan bilang, ini pasti akan turun hujan. Sayangnya ibu jauh beratus-ratus kilometer dariku. Masih sibuk dengan malam yang dingin di sebuah kota kecil di pulau Jawa bagian timur.

Wahai kekasih, aku sedang dalam masa pingitan.

Aku sedang dalam masa pingitan. Teman hidupku masih belum bisa menemuiku. Aku tersekat ruang, jarak, dan waktu.

Aku sedang dalam masa pingitan. Pikiran sedang ditahan. Jiwaku dicuci. Ragaku diuji.

Aku sedang dalam masa pingitan. Mencoba mengendalikan keinginan yang membuai pikiran, yang menjegal keimanan, dan yang membelokkan harapan.

Aku sedang dalam masa pingitan. Semua yang terbayang indah-indah harus dilalui bersama kerikil yang menghujam telapak. Meski kecil, tapi lebih sakit dari batu besar.

Aku sedang dalam masa pingitan. Layaknya pualam, aku dicoba malam dan siang. Aku disanjung dingin dan panas. Aku disulut asam dan basa.

Aku sedang dalam masa pingitan. Mengiris bawang merah dan menggeprek lengkuas. Biar nanti kubuatkan opor ayam terenak kesukaanmu, kekasih.

Aku sedang dalam masa pingitan. Menyulam benang dan menjahit kain. Biar nanti kubuatkan beskap yang paling indah untukmu, kekasih.

Wahai kekasih, aku masih dalam masa pingitan.

Hujan turun. Mesin ketikku masih ada di hadapanku. Bersiul senang. Mungkin benar kata ibu, ketika hujan turun malam tak lagi terasa panas. Ibu masih jauh beratus-ratus kilometer dariku, masih membiarkanku dalam pingitan.

 

// November 2014

Apa?

Apa hati?

Apa?

Kau mau apa lagi?

Apa rasa ini?

Apa?

Tak maukah kau mengerti?

Padahal masih kugenggam kau bersama luka-luka dan bau anyir air mata

Padahal cerita kita masih kubagi dengan malam yang selalu setia

Padahal aroma seruni malam itu masih menusuk bersama rindu

featuring Fadhilla Gunawan (@faguun)


Lagi-lagi featuring Fadhilla. Kami mencoba produktif tetapi hanya ini yang kami punya.
Keep writing, anyway!

Cinta Adalah?

orang bilang cinta itu tak berupa

lalu, apa arti air mata ini?

orang bilang tak selamanya kita bersama

lalu, apa makna janji-janji sehidup semati?

aku tahu cinta kadang buta

karena aku tak butuh mata

untuk mencintaimu

kehadiranmu sudah cukup bagiku

karena kamu

adalah sehela udara pagi

yang mengisi pulmonariku.

 

Bintaro, Juli 2014

Featuring Fadhilla Gunawan (@faguun)


 

Silakan tertawa, menangis, bersedih, tersenyum, atau berekspresi apapun. Komentar?