The Meeting

anthony-intraversato-414115

Don’t you think I ace it when we finally meet again?

It’s about time

that we meet again.

You

with your shiny brown hair

jogging lightly

a bucket of flowers in your hand,

smiling widely

like there’s no end.

And

me.

I,

with pieces of broken heart in hands,

am in tears

as you compile me

as one.


credits
Photo by Anthony Intraversato on Unsplash


Jakarta, something past 0 in the morning, finally posted.

Advertisements

Botol Kopi dan Air Mineral

Botol Air Mineral Aqua 600 ml

Botol Kopiko 78 Degrees

Ini tentang sebuah botol kopi susu instan dan botol air mineral. Mereka berdiri berdampingan di atas dua buah meja yang juga berjejer berdampingan satu dengan lainnya. Kedua botol itu berada di tempat yang sama, tetapi mereka tak sama. Kedua botol itu serupa, tetapi sebenarnya mereka sama sekali berbeda.

Botol kopi susu itu pendek, sedangkan botol air mineral itu tinggi.

Botol kopi susu itu berwarna cokelat, sedangkan botol air mineral itu berwarna putih bening.

Botol kopi susu itu berisi kopi susu instan yang berwarna cokelat keruh, sedangkan botol air mineral itu berisi air mineral yang jernih, kejernihannya bisa memudarkan warna-warna.

Botol kopi susu itu tak bisa menampung minuman sebanyak botol air mineral.

Botol kopi susu itu berisikan minuman yang pahit, sedikit manis, tetapi pahit. Botol air mineral itu berisikan minuman yang bisa menetralkan rasa-rasa.

Botol kopi susu itu bukan botol air mineral.

Sebuah tangan meraih botol air mineral itu. Tangan milik empunya botol. Selang beberapa saat, dikembalikannya lagi si botol air mineral ke tempat semula. Hanya, kali ini menjauhi si botol kopi susu. Si botol kopi susu tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menurut pada empunya.

Lagi-lagi, botol air mineral diraih oleh sebuah tangan. Namun, kali ini, si botol air mineral tak lagi kembali di samping si botol kopi susu, ia dipindah jauh, jauh, dan sangat jauh dari botol kopi susu. Apa daya?

Aku meraih botol kopi susu yang kesepian itu, kutenggak setengah isinya. Kepalaku terasa mau pecah, aku sedang butuh kafein dan syukurlah kini mendapatkannya. Tapi tunggu, aku butuh air putih, lidahku terasa sepat. Mana air putih? Mana botol air mineral tadi?

“Hey, ada apa?”

Aku sudah tak membutuhkan apa-apa lagi.

Bendungan, Wisuda, dan Wajah-Wajah

Ada hal yang menarik hari ini. Kampus kami sedang ramai dikunjungi oleh para pendamping wisudawan dan wisudawati. Ya, para sahabat kami, mahasiswa D1 Pajak dan D1 Bea Cukai diwisuda hari ini. Setelah melakoni yudisium beberapa waktu lalu, kini mereka merayakan hari dimana mereka melepas tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Saat itu, saya sedang menanti mentari mencumbui ufuk timur sambil duduk di salah satu area kampus yang kami sebut ‘bendungan’. Di ‘bendungan’ ini terdapat sejumlah tempat duduk yang sering digunakan para mahasiswa untuk berkumpul dan berbincang atau hanya sekedar tempat untuk bertemu. Konon, penyebutan bendungan sendiri didapat dari fungsi awal pembangunannya. Area ini terlihat membendung atau menahan arus lalu lintas yang masuk dari gerbang STAN Ceger maupun Bintaro. Karena bendungan inilah, STAN tidak lagi bisa menghubungkan jalan raya Ceger dan jalan raya Bintaro. Sehingga, area kampus tidak lagi menjadi ‘penghubung’ kedua jalan utama tersebut.

Membicarakan bendungan pun tak selesai-selesai, sama seperti orang-orang yang lalu lalang melewati bendungan ini. Keadaan bendungan cukup ramai sore itu. Dan para pengunjungnya pun bervariasi.

Para ibu berpakaian kebaya, tampak begitu cantik dan bahagia.

Para ayah, dengan mengenakan batik ataupun kemeja formal, tampak berjalan di samping putra dan putrinya dengan wajah bangga.

Sedangkan para wisudawan/wisudawati, meskipun tampak lelah, seringkali menebar senyum bahagia. Dengan toga yang masih dikenakan, mereka menerima buket-buket bunga dari sahabat mereka.

Saya?

Sedang menikmati apa yang tersaji di hadapan. Bunga-bunga, wajah bahagia, tawa lepas. Entah, tapi jujur saya saya terharu. Saya mungkin sudah meneteskan air mata, kalau saja beberapa teman tak ada di samping kanan dan kiri.

Wajah-wajah itu, yang terlihat lelah tetapi tetap menyunggingkan senyum itu, akan segera terjun ke dunia kerja. Wajah-wajah itu, yang masuk bersama-sama dan setahun menjalani pahit manis kebijakan lembaga itu, akan segera mencicipi bagaimana sektor publik itu sebenarnya. Wajah-wajah itu, kawan bermain peran, kawan belajar berbisnis, kawan belajar jurnalis, kawan bermain selama setahun ini, akan segera menjadi bagian dari salah satu kementerian terbesar di negeri ini.

Satu dari mereka adalah dia. Ah, selamat berjuang kawan. Semoga sukses karirmu selanjutnya!

Short Update from Me (Finally)

Woah! That was a long pause of me writing something. I’ve got so many things buried down my mind but no internet connection failed me to explore more and most importantly to post what i have written.

I didn’t write anything in August (at least here) and it made me feel fail as a writer-wannabe.

I’ve got an exciting long-but-felt-short-holiday. Starting the holiday with the lads and ladies from college, I spent most of it with my family. Too many things happened, such like i basically shutting off everyone just to be with my family. It sounds rude but well i forgot i ever had a phone and internet connection because well, I was finally with family.

And finally we became seniors because there are new students coming.

I’d love to tell more, but later in other posts yes?
Yes.

In this late September, I have brought myself back from the deepness of my cave and the darkness of it; ready to face what I’ve faced for the past year, or even harder. This is the time to get all work done. I got you a nice page about getting shit done. Just click the picture above.

If i may quote the last sentence of its article, “Yes summer is over, get over it! Now it’s time to get yourself organized, to look for productivity hacks and to stop complaining!”

From the border of the biggest city in Indonesia, I’m writing this with a thoughful mind and nervous smile.

Cinta Adalah?

orang bilang cinta itu tak berupa

lalu, apa arti air mata ini?

orang bilang tak selamanya kita bersama

lalu, apa makna janji-janji sehidup semati?

aku tahu cinta kadang buta

karena aku tak butuh mata

untuk mencintaimu

kehadiranmu sudah cukup bagiku

karena kamu

adalah sehela udara pagi

yang mengisi pulmonariku.

 

Bintaro, Juli 2014

Featuring Fadhilla Gunawan (@faguun)


 

Silakan tertawa, menangis, bersedih, tersenyum, atau berekspresi apapun. Komentar?

 

 

Lalu, Usiamu pun Berkurang Juga

If you think you are beaten, you are. 
If you think you dare not, you don’t. 
If you like to win but think you can’t, it’s almost a cinch you won’t. 
If you think you’ll lose, you’re lost. 
For out in the world we find success begins with your will.
It’s all in the state of mind.
If you think you are out classed, you are.
You’ve got to think high to rise.
You’ve got to be sure of yourself before you can ever win the prize.
Life’s battles don’t always go to the faster woman or man.
But sooner or later, the ones who win are the ones who thinks they can.
I know you can. 
Happy birthday!

x

Wow. It’s been so long since last time I met them. However, I hope they still remember me.
Happy birthday to my dearest friends! You’re the best and always will!

Selamat Ulang Tahun, Dili & Sarong!

Selamat Ulang Tahun, Dili & Sarong!

 

Sarong, Runz atau apapunlah kalian ingin memanggilnya…

It’s so weird to say that I’ve been friends with her for like 6-7 years but it feels like forever. Runz was always there when I needed something :’) (It makes me teary). She helped me with everything back there in middle school. We were so inseparable because many people say we were alike. Back in middle school, I always came home late because we were the after-school gang along with Abid and Aan! Lol

Happy birthday girlllllllllllllllll
You should come here to my dorm house and treat me something expensive! Tehe.

and to the girl in the Apple City…

Dili, or you just can call her Dili, is a great friend I found on high school.

Dili nggak pernah marah, dia selalu tersenyum, heboh, ketawa sini ketawa sana, rusuh di sini rusuh di sana. Tapi, sekalinya marah beeeeeh rusuh deh rusuh beneran! Yang aku tahu Dili adalah orang sangat baik, penolong, penyayang, suka membantu, suka berbagi rezeki, suka usil, suka makan (ehhhhhhhhhh)

Dili is a friend you need when you don’t feel like talking because she makes you talk anyway. She is the definition of true friend for anyone that knows her. Her bubbly and carefree personality enlightens her surroundings.

Ah, it’s getting emotional.

Joyeux Anniversaire, Dili!
You should come here and bring me a lot of food because I’m super hungry while writing this 😦

 

Serius deh, yang ini serius.
Semoga di usia yang baru, kalian berubah menjadi pribadi yang lebih baik, semoga mimpi-mimpi dan harapan kalian selama ini tidak hanya menjadi mimpi tapi berubah jadi nyata, semoga semua pengorbanan dan usaha yang kalian lakukan mendapat balasan yang setimpal dari Allah Swt., semoga kalian berdua selalu dalam lindungan-Nya.

Meski nggak jelas, semoga kalian menerima tulisan ini.

See you very soon, gurls! 😀

 

Salam hangat (karena lagi panas-panasnya) dari pinggiran ibukota.