Bendungan, Wisuda, dan Wajah-Wajah

Ada hal yang menarik hari ini. Kampus kami sedang ramai dikunjungi oleh para pendamping wisudawan dan wisudawati. Ya, para sahabat kami, mahasiswa D1 Pajak dan D1 Bea Cukai diwisuda hari ini. Setelah melakoni yudisium beberapa waktu lalu, kini mereka merayakan hari dimana mereka melepas tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Saat itu, saya sedang menanti mentari mencumbui ufuk timur sambil duduk di salah satu area kampus yang kami sebut ‘bendungan’. Di ‘bendungan’ ini terdapat sejumlah tempat duduk yang sering digunakan para mahasiswa untuk berkumpul dan berbincang atau hanya sekedar tempat untuk bertemu. Konon, penyebutan bendungan sendiri didapat dari fungsi awal pembangunannya. Area ini terlihat membendung atau menahan arus lalu lintas yang masuk dari gerbang STAN Ceger maupun Bintaro. Karena bendungan inilah, STAN tidak lagi bisa menghubungkan jalan raya Ceger dan jalan raya Bintaro. Sehingga, area kampus tidak lagi menjadi ‘penghubung’ kedua jalan utama tersebut.

Membicarakan bendungan pun tak selesai-selesai, sama seperti orang-orang yang lalu lalang melewati bendungan ini. Keadaan bendungan cukup ramai sore itu. Dan para pengunjungnya pun bervariasi.

Para ibu berpakaian kebaya, tampak begitu cantik dan bahagia.

Para ayah, dengan mengenakan batik ataupun kemeja formal, tampak berjalan di samping putra dan putrinya dengan wajah bangga.

Sedangkan para wisudawan/wisudawati, meskipun tampak lelah, seringkali menebar senyum bahagia. Dengan toga yang masih dikenakan, mereka menerima buket-buket bunga dari sahabat mereka.

Saya?

Sedang menikmati apa yang tersaji di hadapan. Bunga-bunga, wajah bahagia, tawa lepas. Entah, tapi jujur saya saya terharu. Saya mungkin sudah meneteskan air mata, kalau saja beberapa teman tak ada di samping kanan dan kiri.

Wajah-wajah itu, yang terlihat lelah tetapi tetap menyunggingkan senyum itu, akan segera terjun ke dunia kerja. Wajah-wajah itu, yang masuk bersama-sama dan setahun menjalani pahit manis kebijakan lembaga itu, akan segera mencicipi bagaimana sektor publik itu sebenarnya. Wajah-wajah itu, kawan bermain peran, kawan belajar berbisnis, kawan belajar jurnalis, kawan bermain selama setahun ini, akan segera menjadi bagian dari salah satu kementerian terbesar di negeri ini.

Satu dari mereka adalah dia. Ah, selamat berjuang kawan. Semoga sukses karirmu selanjutnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s