Untuk Kamu

 

Reach me.

 

Banyak sekali yang ingin aku tuangkan dalam pena maya. Namun, ternyata kemampuanku memang belum rata-rata. Kantuk menyerang sembari menatap layar kosong. Masih dua baris.

Lalu ada sedikit ide yang menyembul, hanya sedikit. Kadang ia melintas dan hanya melintas. Tak tertangkap ujung-ujung syaraf. Ia berlalu kemudian entah kemana.

“Jangan kata ingin membawa perubahan jika sendirinya belum berubah.”

Betapa ingin aku teriak ke muka orang yang mengatakan hal itu.

“KAU BENAR! DAN KINI TOLONGLAH AKU! AKU INGIN BERUBAH TAPI TAK MAMPU BERUBAH!”

Dan ia berlalu.

Tak usah mencoba mengubah massa jika belum saatnya. Kadang, ada pula kesempatan untuk kita mengubah satu demi satu orang-orang di sekitar kita. Mendekatinya.

Nah, kini kamu tahu apa maksudku.

Dekati, ajak aku untuk berubah.

Ha. Betapa malang nasibku. Merubah diri sendiri tak bisa, kini mengais perhatian, bantuan.

Ya, bantuan. Untuk menemukan semangat juang yang dulu pernah ada, yang berakar kuat di rongga jiwa. Untuk mengasah ujung pensil perubahan yang membawa dinamika kehidupan. Menggerakkan arit dan pacul, bekerja keras. Ah, kamu.

Kamu memang terlalu hebat di mataku. Apapun. Sepertinya kepalamu itu seimbang. Tak melulu hitung dan hapal. Nada dan irama pun kamu bisa. Ah, iri aku.

Bantulah satu jika kau bisa, ya kamu.

Satu ya aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s