Surat Terbuka untuk Bapak Menteri Pendidikan: Dilematika Ujian Nasional

Saya menahan napas ketika membaca tulisan ini. Miris.

Tolak Ujian Nasional

Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara.

Sebuah surat terbuka, untuk Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat,
di tempat.

16. Mencontek adalah sebuah perbuatan…
a. terpaksa
b. terpuji
c. tercela
d. terbiasa

Ardi berhenti di soal nomor enam belas itu, salah satu soal ulangan Budi Pekerti semasa dia kelas 2 SD dulu. Ia tertegun, dan hatinya berdenyut perih saat dilihatnya sebuah coretan menyilang pilihan jawaban C. Coretan tebal, panjang, ciri khas si Ardi kecil yang menjawab nomor itu tanpa ragu, melainkan dengan penuh keyakinan…

Handphonenya berdering pelan, sebuah SMS masuk. Ardi membukanya, dan ia menghela nafas dalam-dalam begitu membaca isinya.

Jadi gimana Di, ikutan pakai ‘itu’ nggak?

Barangkali bukan kebetulan Ardi menemukan soal-soal ulangan SD-nya saat ia mau mencari buku-buku lamanya, barangkali bukan kebetulan Ardi membaca soal nomor enam belas dan jawaban polosnya itu, sebab denyut perih di hatinya baru mereda setelah ia mengirim sebaris kalimat yakin…

Nggak, Jo, aku mau jujur…

View original post 3,173 more words

Advertisements

Just Being You

Just Being You

Twist Tango short sleeve t shirt
$76 – the-dressingroom.com

Biker jacket
$140 – sportsgirl.com.au

Cotton skirt
sheinside.com

Gianvito Rossi short black boots
$950 – brownsfashion.com

Lucky brand purse
nordstrom.com

Hair styling tool
loveculture.com

“You look good in pink.”

"You look good in pink."

Blue high low dress
$76 – simplybe.co.uk

Top
houseoffraser.co.uk

Jacket
$150 – houseoffraser.co.uk

Jeans
$165 – houseoffraser.co.uk

Sembilan Belas Tahun

00.18

Ini sudah pagi atau mungkin masih tengah malam. Entahlah, tergantung bagaimana orang melihatnya.

Ia terpekur di depan laptop. Menatap halaman salah satu jejaring sosial. Itu dia! 

Telah 19 tahun kau meniti jalan panjang kehidupan. Sembilan belas tahun kau merasakan segarnya udara ciptaan Tuhan. Sudah Sembilan belas tahun.

Telah 19 tahun kau belajar. Belajar apapun. Mulai dari hal kecil hingga obsesimu barumu menjadi auditor. Munlai belajar memasak sampai menyelesaikan laporan keuangan. Sudah Sembilan belas tahun.

Telah 19 tahun kau hidup di tengah-tengah orang-orang hebat. Sesungguhnya mereka adalah pemacumu. Penggerak pompa semangatmu. Pemantik nyala api tak kenal lelahmu. Sudah Sembilan belas tahun.

Kau yang memandangi layar laptopmu. Ya, yang mengetik tulisan ini pula. Selamat bertambah usia! Semoga dengan bertambahnya usiamu kau makin dewasa,makin cantik, makin membanggakan orang tua. Jangan lupakan apa yang mereka selalu pesankan kepadamu. Tetaplah menjadi siapa dirimu, dimanapun. Jaga nama baikmu dan keluargamu.

Belajarlah. Karena dengan itu akan naik derajatmu. Karena dengan itu akan bertambah pengalamanmu. Mencobalah. Coba lepasan keragu-raguan yang sering datang menyelimuti pikiranmu. Bebaskan dirimu dari rasa tak mampu. Kau sendiri pernah berkata, “You are what you’re thinking.”

Berpikir positiflah. Karena seperti yang kau tahu, betapa besar kekuatan pikiranmu itu. Jangan pernah berpikir kau tak mampu. Kau hanya belum berhasil.

Bersihkan hatimu. Jangan pernah kau lupkan lagi laporan lima waktumu. Dia yang memberimu segalanya. Ibadah, hidup, dan matimu. Sering-seringlah meminta kepada-Nya, memohon cinta dan kasihnya. Kenakan baju panjangmu, meski belum mampu kau dan kerudungmu.

Ini sudah tahun ke Sembilan belas.
Babak baru lakon ‘Hidup’ milikmu.
Bermainlah dengan baik, wahai  saudariku.

The Girls and One Direction!

Image

 

Oke. Entah tiba-tiba mengapa jari-jari ini mengarahkan saya untuk membuka file-file lama yang tertumpuk-tumpuk di folder download. Di sini saya menemukan banyak file dari zaman SMA yang belum dihapus dan membatu. Diantara tumpukan file tersebut ada yang memiliki nama Naskah Soal Prediksi SBMPTN IPS. Yeah dude, don’t you remember how hard you worked those times?  Continue reading