Kesabaran Awal dari Kesetiaan?

 

Entahlah, pertanyaan itu tiba-tiba muncul beberapa menit sebelum waktu ujian mata kuliah Bahasa Indonesia usai.

Kampus kami memang berbeda dengan kampus-kampus yang lain, karena kampus kami adalah perguruan tinggi kedinasan, maka semua jadwal dan kelas ditentukan oleh sekretariat. Kelas kami pun setiap hari sama untuk semua mata kuliah, persis seperti masa SMA.

Ujian semester kali ini adalah yang perdana bagi kami. Kami sekelas mengerjakan ujian bersama lima kelas yang lain di salah satu gedung serbaguna di kampus kami. Suasana yang begitu ramai mengingatkan kami pada masa-masa perjuangan kami dahulu, saat-saat Ujian Saringan Masuk. Continue reading

“Raih jantungnya, lalu batang tenggoroknya, kemudian robeklah.”

Malam itu tidak dingin, tidak mencekam, tak pula penuh kesunyian. Malam itu terasa penat, lelah, gerah. Bertumpuk pekerjaan menghimpit tak menyisakan waktu meski menghela sedikit udara untuk membasahai rongga dada. Berterimakasihlah pada kapilermu yang membengkak, menyisihkan celah untuk oksigen, meski beban hidup yang entah terasa mengikat diri pada ketidakbahagiaan terus meronta enggan melepas ikatan. Suara-suara dalam diri berteriak, memaki, menertawakan, menjatuhkan. Suara yang lain merintih, kesakitan, menangis, mengharap belas kasihan, menghilang. 

Continue reading